Kamis, 25 Maret 2021

Cara Mengubah WordPress dari Localhost ke Hosting


 

A.     Pengertian Hosting dan Domain

1.         Pengertian Hosting

Hosting atau web hosting adalah sebuah tempat di mana file dan data yang diperlukan website disimpan serta dapat diakses dan dikelola melalui internet. File website yang disimpan pada hosting berupa video, gambar, email, script, aplikasi dan database.

 

2.         Pengertian Domain

Domain adalah nama dari website Anda atau sebuah alamat yang dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Nama domain berguna untuk menemukan komputer di internet. Setiap komputer memiliki nomor atau alamat yang berbeda, disebut dengan alamat IP. Domain pun terbagi menjadi 2, yakni gTLD (domain global) dan ccTLD (domain lokal).

 

3.         Perbedaan hosting dan domain

Kalau website adalah rumah, hosting adalah kavling, maka domain adalah alamat rumah tersebut, geng. Tanpa domain, website nggak akan memiliki nama. Website yang gak memiliki domain dapat diakses melalui alamat IP website. Tapi mengingat dan memasukkan alamat IP jauh lebih ribet dibandingkan dengan membuka web lewat domain.

 


B.     Cara membeli hosting dan domain

1.         Buka https://www.domainesia.com/, lalu ketik nama database yang akan dibuat.

2.         Pilih sesuai kebutuhan, lalu klik “Masukkan Troli”. Kemudian lakukan pembayaran.


 

C.     Cara meng-upload CMS WordPress ke hosting

1.         Setelah beli domain dan hosting di https://www.domainesia.com/, klik “Domains”.

2.         Klik “MySQL Database”.

3.         Buat nama database di bagian “Create New Database” lalu klik “Create Database”.

4.         Buat user di bagian “Add User To Database”, masukkan nama user dan password. Setelah itu centang “All Privileges”, lalu klik “Make Changes” hingga ada tulisan success di sudut kanan atas berwarna hijau.

5.         Impor file database yang telah dibuat di PhpMyAdmin kemudian klik “Go”.

6.         Upload file blog di public_html agar blog langsung jadi.

7.         Extract file yang sudah di upload tadi, setelah itu klik “Extract File”.

8.         Cari file wp-config.php dan klik kanan, lalu klik “Edit”. Kemudian ubah sesuai data dari pembuat database tadi, klik “Save Changes”. Blog sudah jadi.

 

 

Kamis, 18 Maret 2021

PLUGIN : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Install


 


Pengertian Plugin

Plugin adalah kode software dengan fungsi tertentu yang memungkinkan aplikasi atau program untuk menjalankan fitur tambahan di aplikasi atau program tersebut. Kode software tersebut jamak ditemukan di program atau aplikasi seperti Mozilla, Google Chrome, Opera Browser, dan WordPress. Beberapa aplikasi memang menggunakan istilah berbeda seperti Add-on (Mozilla dan Opera Browser) dan Extension (Google Chrome). Sedangkan WordPress tetap menggunakan istilah plugin.

Umumnya setiap plugin memang didesain untuk satu aplikasi atau program tertentu. Misalnya, add ons Mozilla tidak dapat diinstall untuk Google Chrome. Begitu juga sebaliknya, extension Google Chrome tidak dapat dipasang di Mozilla.

 

Jenis Plugin di WordPress

Ketersediaan plugin di WordPress memudahkan para pengguna WordPress yang tidak ahli dalam coding. Plugin adalah cara mudah bagi para pengguna CMS WordPress untuk menambahkan fitur-fitur di website atau blognya.

Saat ini WordPress menyediakan setidaknya sekitar 55 ribu plugin yang terbagi menjadi beberapa jenis kategori. Beberapa jenis kategori plugin WordPress yang populer :

1.    Plugin SEO

Plugin SEO berfungsi untuk membantu menganalisis artikel yang akan Anda rilis dari segi SEO, apakah artikel tersebut sudah SEO friendly atau belum. Contoh plugin SEO: All in One SEO Pack, Yoast SEO.

 

2.    Plugin Keamanan

Plugin keamanan berfungsi untuk menghindari serangan siber yang bisa datang kapan saja. Contoh plugin keamanan: iThemes Security, Jetpack, dan Wordfence.

 

3.    Plugin Backup

Plugin backup berfungsi untuk mengembalikan data website yang error atau terhapus. Memasang plugin ini merupakan langkah antisipasi jika terjadi error pada website yang menyebabkan data-data di dalamnya terhapus. Contoh plugin backup: UpdraftPlus dan BackWPUp.

 

4.    Plugin Anti-Spam

Plugin anti-spam berfungsi agar website atau blog Anda terhindar dari komentar-komentar spam yang mengganggu. Contoh plugin anti spam: Akismet.

 

5.    Plugin Kecepatan Website

Kecepatan adalah hal vital untuk sebuah website karena bisa berpengaruh pada performa di hasil pencarian Google. Website yang kecepatan loadingnya lebih cepat mempunyai nilai lebih untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Contoh plugin kecepatan website: W3 Total Cache dan WP Super Cache.

 

6.    Plugin Social Media

Plugin social media berfungsi agar pembaca artikel bisa membagikan artikel Anda dengan mudah. Dengan menambahkan plugin social media ke WordPress, Anda bisa meningkatkan jumlah share artikel di blog atau website. Contoh plugin social media: Sassy Share, Social Widget, dll.

 

Fungsi Plugin Wordress

1.    Memungkinkan pihak ketiga dalam menambahkan fitur tambahan tertentu untuk menunjang kemampuan website.

2.    Meningkatkan performa fitur WordPress, terutama bagi pengguna CMS WordPress yang menggunakan hosting cepat dan domain berbayar.

3.    Mengurangi ukuran aplikasi website sehingga kecepatan website-mu bisa meningkat.

4.    Memisahkan kode-kode dari sumber tertentu yang tidak kompatibel dengan software berlisensi.

 

Cara Instal Plugin WordPress.

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menginstal plugin, yaitu dengan instal langsung tanpa upload terlebih dahulu, dan ada yang dengan cara menguploadnya. Hanya saja jika yang menggunakan cara upload terlebih dahulu, pluginnya rentan virus. Oleh karena itu saya rekomendasikan cukup pakai yang berasal dari directory plugin wordpress resmi yang dapat diinstal langsung tanpa upload.

1.    Login ke dashboard WordPress, lalu klik Plugins. Kemudian klik “Add New”.

2.    Ketikkan kata kunci plugin yang diinginkan, lalu klik “Search Plugin”.

3.    Akan muncul banyak plugin dengan berbagai fasilitas. Baca deskripsi dan lihat ratingnya, semakin banyak bintangya, maka semakin bagus reputasi plugin tersebut.

4.    Jika sudah yakin dengan pilihan Anda, lalu klik Install Now > Active Plugin.

5.    Namun setelah terinstal, Anda masih harus mengatur plugin tersebut agar bisa bekerja dengan benar. Cari menu plugin yang baru Anda instal pada Menu Setting, atau di menu dashboard utama atau di Widget, bahkan ada juga yang ditempatkan di menu Tools (tergantung dari pembuatnya).

 

KEYWORD : Pengertian, Jenis, Tujuan, Kesalahan Memilih, Cara Memilih, Kriteria, dan Alat Riset

 



Pengertian Keyword

Keyword atau kata kunci adalah kata atau frasa kata yang digunakan oleh pengguna untuk menemukan informasi yang dicari di Google Search. Keyword itu sendiri bisa terdiri dari 1 kata atau lebih. Semakin panjang keyword yang digunakan, maka semakin spesifik keinginan dari pengguna tersebut. Keyword yang digunakan oleh pengguna google menggambarkan keinginan  dan kebutuhan mereka.

Contohnya : Cara membuat mie ayam

 

Jenis Keyword

1.    Informational Keyword

Tipe keyword informational keyword adalah salah satu tipe yang banyak digunakan oleh pengguna. Tipe keyword ini adalah keyword yang berbasis pengetahuan. Karena basisnya pengetahuan, maka biasanya website yang dimunculkan dihalaman 1 Google lebih banyak website yang memiliki jumlah konten yang panjang karena membahas topik secara detail, lengkap dan mendalam. Keyword model ini biasanya ditarget oleh para publisher adsense. Karena volume pencariannya cukup besar. Hanya saja, persaingan keyword model ini relatif ketat dibandingkan yang lain.

 

2.    Transactional Keyword

Transactional keyword adalah keyword yang digunakan untuk mencari produk atau jasa tertentu. Biasanya pengguna yang menggunakan keyword ini sudah memiliki niat untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa tertentu. Jika didominasi oleh toko online maupun marketplace, kemungkinan besar keyword ini termasuk pada tipe transactional keyword.

 

3.    Commercial Keyword

Commercial keyword kurang lebih sama dengan transactional keyword, sama-sama digunakan untuk mencari tempat membeli produk maupun jasa. Commercial Keyword adalah keyword yang memiliki nilai komersial. Pengguna yang menggunakan keyword ini cenderung melakukan pembelian.

 

Tujuan Riset Keyword

1.    Menemukan keyword-keyword potensial

2.    Mengetahui volume pencarian

3.    Mengukur kompetisi

 

Kesalahan dalam Memilih Keyword

1.    Hanya melakukan keyword research SEO sekali.

2.    Tidak ingin repot memperbarui dan memperluas daftar kata kunci.

3.    Menargetkan kata kunci yang terlalu populer (kompetitif).

 

Cara Memilih Keyword SEO dan SEM

1.    Cobalah untuk menghindari kata-kata dengan banyak makna.

2.    Cari long-tail keyword atau kata kunci berekor panjang dengan maksud tertentu dan persaingan rendah.

3.    Jangan memilih kata-kata yang terlalu kompetitif jika Anda bukan pemain utama dalam bisnis Anda.

4.    Tanyakan kepada orang-orang di sekitar Anda bagaimana mereka akan mencari situs web Anda untuk membantu menentukan kata kunci untuk SEO, konten, dan PPC.

5.    Rencanakan satu kata kunci target pusat (utama) dan 2-5 kata kunci target terkait per halaman arahan atau postingan blog dalam kampanye Anda.

 

Kriteria Keyword yang Bagus untuk SEO

1.    Memiliki Volume Pencarian

2.    Sesuai dengan Search Intent

3.    Tidak Stuffing

4.    Persaingan Rendah

5.    Menyertakan Keyword Suggestion

 

Alat Riset Keyword yang Sering Digunakan

1.    Ubersuggest

Merupakan alat riset keyword gratisan karena pengguna bisa melakukan riset keyword tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang. Menggunakan tool ini, pengguna bisa mendapatkan informasi ide keyword, volume pencarian, tingkat persaingan serta informasi penting lainnya.

 

2.    Ahrefs

Menggunakan alat ini pengguna bisa mendapatkan banyak sekali informasi. Tidak hanya keyword, tetapi juga yang lain. Seperti backlink, distribusi anchor text dan lain sebagainya. Hanya saja, alat riset keyword yang satu ini terbilang mahal. Harganya sekitar $97 /bulan. Atau pengguna bisa coba trialnya sebesar $7 /minggu.

 

3.    Keyword Revealer

Tool riset keyword ini bisa digunakan sebagai alternatif dari alat riset keyword yang lain. Bisa juga untuk membandingkan hasil riset keywordnya. Saat penulis menerbitkan artikel ini, harga termurah dari Keyword Revealer ini adalah $9.97 /bulan. Sudah include : Daily Searches 25 keyword, Keyword suggestion unlimited, daily evaluations sebanyak 50 dan brainstorming Usage sebanyak 25.

 

4.    Keyword Everywhere

Pada awalnya alat riset keyword ini bisa digunakan secara gratis. Namun, sejak awal Oktober 2019 mereka memutuskan untuk menjadikan sebagai alat riset keyword berbayar. Menggunakan tool riset kata kunci ini pengguna bisa mendapatkan informasi volume pencarian melalui SERPs mesin pencari Google. Tinggal ketikan keyword utamanya, maka extension ini akan memunculkan keyword-keyword terkait dengan keyword yang diketikan. Lengkap dengan volume pencariannya. Harga tool ini mulai dari $10 untuk 10.000 kredit dengan perbandingan 1 kredit = 1 keyword.

 

Kamis, 04 Maret 2021

Wordpress Themes : Pengertian, Fungsi, Cara Install, Cara Mengaktifkan, Cara Menghapus, dan Cara Setting

 

 


Pengertian Wordpress Themes

WordPress Themes adalah desain dari website Anda, termasuk layoutnya. Mengubah WordPress Themes berarti mengubah tampilan front-end website Anda, atau apa yang pengunjung website Anda lihat ketika mereka mengakses website Anda.

 

Fungsi Wordpress Themes

WordPress Themes digunakan untuk menambah fungsional dari segi tampilan atau layout WordPress, sehingga tampilan lebih menarik lagi. Untuk mengakses WordPress Themes, silakan masuk ke Dashboard WP Admin, lalu pilih menu Appearance – Themes. Saat Anda masuk ke bagian Themes ini, Anda akan menemukan ada beberapa themes yang telah terinstall sebelumnya. Inilah themes bawaan (default) dari WordPress

 

Cara Install WordPress Themes

Langkah awal, Anda perlu mencari Theme terlebih dahulu di Repository WordPress atau Google, Theme seperti apa yang Anda inginkan. Setelah Anda menemukan Theme yang cocok, Anda perlu meng-install theme tersebut.

Ada 2 cara untuk install Wordpress Theme :

·      Search dari Repository WordPress

1.      Masuk ke Dashboard WP Admin

2.      Pilih menu Appearance – Themes

3.      Klik tombol Add New

4.      Lalu pilih Theme yang Anda inginkan, klik Latest (theme terbaru di WordPress) ataupun Populer (theme yang populer di WordPress).

5.      Jika Anda sudah tahu niche apa yang Anda buat di Website Anda, silakan masukkan keyword yang Anda ingin cari di kotak pencarian. Setelah itu klik tombol Install.

 

·      Upload file WordPress Themes

1.      Masuk ke Dashboard WP Admin

2.      Pilih menu Appearance – Themes

3.      Klik tombol Add New

4.      Klik tombol Upload Theme

5.      Klik tombol Choose File & dilanjutkan klik tombol Install




 

Cara Mengaktifkan WordPress Themes

Setelah Anda install Theme yang diinginkan, Anda perlu mengaktifkan Theme tersebut. Sebelum Anda aktifkan, Anda dapat melakukan Live Preview dari tampilan Theme tersebut. Jika Anda sudah yakin dengan Theme tersebut, Anda dapat mengaktifkannya, dengan klik tombol ²Activate².

 

Cara Menghapus WordPress Themes

Jika Anda sudah tidak memakai WordPress Theme tertentu, Anda dapat menghapus Theme tersebut. Yang perlu Anda ketahui adalah Anda tidak dapat menghapus Theme disaat Theme sedang aktif. Anda perlu menon-aktifkan (deactive) dahulu Theme yang akan dihapus dengan cara :

1.    Masuk ke Menu Appearance – Themes

2.    Untuk menonaktifkan Theme, Anda cukup aktifkan Theme yang lain saja, dengan begitu, secara otomatis Theme akan menjadi non aktif (deactive)

3.    Klik Theme Details

4.    Klik tombol ²Delete² untuk menghapus Theme

 

Cara Melakukan Setting (Pengaturan) WordPress Themes

Hal yang perlu diatur di WordPress Theme kurang lebih sama antara lain

·      Background Color

·      Header

·      Sidebar

·      Footer

 

Perbedaan Free dan Premium WordPress Themes

1.    Free WordPress Theme (Gratis)

-          Gratis

-          Terbatas dengan fitur yang ada

-          Jarang diupdate dan kadang jadi bermasalah terutama saat ada update pada WordPress  (yang mana sering terjadi)

-          Tidak ada Support System

 

2.    Premium WordPress Theme (Berbayar)

-          Premium Theme

-          Harus membayarnya, harga berkisar $20 sampai $100

-          Memiliki fitur yang lebih lengkap dan terus dikembangkan dibandingkan Free Theme.

-          Sering diupdate dan pembuat theme biasanya selalu memastikan theme berjalan pada versi WordPress terbaru

-          Memiliki Support System, Anda dapat bertanya apabila ada kesulitan ataupun konflik dengan plugin lain dalam menggunakan theme berbayar