Jumat, 04 Desember 2020

PRIVASI : Pengertian, Faktor, Contoh Pelanggaran, Cara Menjaga, Hukum, dan Pidana

 


Pengertian Privasi

Privasi adalah sebuah kondisi seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai keleluasaan serta bebas dari pengawasan ataupun gangguan orang lain dalam kehidupan atau urusan pribadinya. Setiap orang atau sebuah kelompok orang tentunya mempunyai ranah yang tidak bisa diketahui oleh pihak lain. Jadi individu atau sekelompok individu itu melakukan usaha supaya privasi itu tetap terjaga. 

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Privasi

1.    Faktor personal

Marshall (dalam Gifford, 1987) mengatakan bahwa perbedaan dalam latar belakang pribadi akan berhubungan dengan kebutuhan akan privasi. Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam suasana rumah yang sesak akan lebih memiliki keadaan yang anonym dan reserve saat ia dewasa. Sedangkan orang menghabiskan sebagian besar waktunya di kota akan lebih memilih keadaan anonym dan intimacy.

2.    Faktor situasional

Beberapa hasil penelitian tentang privasi dalam dunia kerja, secara umum menyimpulkan bahwa kepuasan terhadap kebutuhan akan privasi sangat berhubungan dengan seberapa besar lingkungan mengizinkan orang-orang di dalamnya untuk menyendiri (Gifford, 1987).

3.    Faktor budaya

Tidak terdapat keraguan bahwa perbedaan masyarakat menunjukkan variasi yang besar dalam jumlah pribadi yang dimiliki anggotanya.

 

Alasan Pentingnya Menjaga Privasi di Sosial Media

-       Menjaga Kewibawaan.

-       Menjaga kemisteriusan.

-       Mendapat dampak baik dan terhindar dampak buruk.

-       Tidak terlihat bukan berarti tidak ada.

 

 Contoh Pelanggaran Privasi

1.        Penyadapan

Masalah pertama yang bisa timbul dari komunikasi yang tidak beretika adalah penyadapan. Seseorang bisa saja menggali akses informasi dari orang lain melalui proses penyadapan ini. Informasi yang sebenarnya sifatnya rahasia dan hanya boleh diketahui antara komunikator dengan komunikan kemudian disadap dan diketahui orang lain. Ini adalah kasus privasi yang mungkin paling sering kita temui.

2.        Blackmail

Blackmail adalah istilah yang merujuk pada kasus pelanggaran privasi yang terkait dengan pemerasan atau teror. Blackmail akan membuat seseorang merasa terancam karena ada informasi yang sebenarnya menjadi privasi miliknya, akan tetapi “dipegang” oleh orang lain dan orang lain mengancam untuk menyebarluaskan informasi tersebut sehingga bisa menimbulkan masalah tertentu.

3.        Penyebaran rumor

Rumor yang beredar bisa disebabkan karena tidak adanya etika komunikasi terutama mengenai privasi orang lain. Orang lain mungkin bisa saja menyebar rumor tertentu mengenai kehidupan seseorang, sehingga hal ini akan merugikan siapa saja yang menjadi subjek dari rumor tersebut. Penyebaran rumor semacam ini biasanya menjadi sulit diidentifikasi sumbernya karena informasi yang begitu cepat tersebar.

4.        Penyalahgunaan informasi

Melebih-lebihkan informasi, atau menyebarkan informasi yang sebenarnya sifatnya sangat rahasia, itu merupakan salah satu contoh kasus privasi dalam etika komunikasi. Penyalahgunaan informasi ini kemudian bisa menjadikan orang lain merasa dirugikan sebab bisa saja ide, gagasan atau bahkan sesuatu hal yang bersifat pribadi miliknya seakan disebarluaskan begitu saja.

5.        Pemalsuan identitas

Banyak orang saat ini dengan mudah membagikan informasi mengenai identitas mereka, bahkan termasuk kehidupan pribadinya. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, ada oknum yang bisa saja melakukan pemalsuan identitas. Pemalsuan identitas merupakan bentuk dari pelanggaran privasi.

 

Cara Menjaga Privasi

1.        Periksa pengaturan privasi jejaring sosial

Selalu periksa pengaturan keamanan privasi jejaring sosial Anda, apalagi sosial media baik itu Facebook, Twitter, Instagram dan sejenisnya. Jangan terlalu membuka privasi secara public karena akan diketahui oleh banyak orang, usahakan untuk memposting tentang hal-hal yang tidak menyangkut privasi.

2.        Membedakan email penting

Untuk email bisnis dan email sosial media atau yang kurang penting lainnya usahakan dipisah. Nantinya agar email penting seperti yang terhubung ke layanan perbankan Anda tidak diketahui oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

3.        Berhati-hati upload foto dokumen

Berhati-hatilah saat melakukan upload foto dokumen seperti kartu identitas, tiket dan dokumen lainnya di Internet. Bisa jadi semua itu diperjual belikan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

4.        Memasang software security

Spyware atau malware merupakan ancaman serius di Internet. Karena secara sepengetahuan Anda data dan privasi semuanya diambil. Solusinya paling tepat memasang software security untuk melindungi dari serangan spyware dan malware. Banyak software security ternama seperti Kaspersky, Norton, Bitdefender dll.

5.        Jangan pakai penyimpanan umum

Jangan menggunakan layanan online yang dimaksudkan untuk menyimpan informasi pribadi Anda. Misalnya, Google DocumentsDropbox dan layanan serupa lainnya bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan daftar kata sandi.

6.        Aplikasi pesan dengan enkripsi end-to-end

Gunakan aplikasi perpesanan dengan enkripsi end-to-end, misalnya, WhatsApp, atau Telegram.

7.        Pakai password yang Aman

Menggunakan kata sandi lemah untuk melindungi informasi pribadi Anda sama saja dengan tidak melindungi data pribadi Anda dengan baik. Disarankan untuk menggunakan kata sandi yang cukup panjang (12 karakter dan lebih). Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan.

8.        Amankan ponsel & komputer dengan password

Komputer dan ponsel memiliki banyak data yang harus dirahasiakan, jadi lindungilah dengan kata sandi. Kata sandi ini tidak harus rumit dan unik, tetapi cukup untuk mencegah orang asing menggunakannya. Anda juga bisa menggunakan otentikasi biometrik, seperti pemindai sidik jari atau membuka kunci dengan fitur Face ID.

9.        Nonaktifkan notifikasi di lockscreen

Setiap orang bisa saja melihat dan mengetahui urusan pribadi Anda dari notifikasi yang masuk ke layar ponsel, walaupun ponsel Anda terkunci.

10.    Jangan sembarangan pakai Wifi

Jaringan Wi-Fi publik biasanya tidak mengenkripsi lalu lintas data. Itu berarti siapa pun di jaringan yang sama dapat mencoba mengintip data pribadi Anda. Hindari mengirimkan data sensitif apa pun – login, kata sandi, data kartu kredit, dan sebagainya melalui Wi-Fi publik.

 

Hukuman & Pidana Tentang Privasi

Pasal 29 (Pelanggaran Hak Privasi)

“Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mengganggu hak privasi individu dengan cara menyebarkan data pribadi tanpa seizin yang bersangkutan, dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar