Jumat, 20 November 2020

CYBER CRIME : Pengertian, Jenis, Ancaman, dan UU yang mengatur tentang IT

 


Pengertian Kejahatan Komputer (Cyber Crime)

Kejahatan Komputer adalah suatu aktivitas kejahatan di dunia maya dengan memanfaatkan jaringan komputer sebagai alat dan jaringan internet sebagai medianya.

Motif  Kejahatan Komputer :

-       Motif Intelektual

Kejahatan yang dilakukan hanya untuk kepuasan diri pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi.

-       Motif Ekonomi, Politik, dan Kriminal

Kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain.

 

Jenis-Jenis Kejahatan Komputer :

1.        Cyberstalking : Penggunaan internet, email dan chat-room untuk mengganggu orang lain (teror).

2.        Cybermearing : Penyebaran informasi yang salah dan digunakan untuk merusak reputasi seseorang/organisasi.

3.        Pencurian identitas : Mendapatkan kunci dari informasi untuk menyamar menjadi seseorang, memperoleh akses ke rekening bank, untuk berjualan, meminta jasa atas nama yang digunakan.

4.        Pembajakan : Pelanggaran terhadap hak cipta dan lisensi. Akses terhadap musik, video, software tanpa membayar royalti kepada pencipta.

5.        Unauthorized Access : Penyusupan ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.

6.        Illegal Contents : Menyebarkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum (penyebaran pornografi).

7.        Data Forgery Memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet.

8.        Carding : Kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

9.        Cyber Terorism : Tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

10.    Cybersquatting : Pelakunya cyber crime mendaftarkan domain dengan nama suatu perusahaan lalu menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga tinggi.

11.    Typosquatting : Pelaku cyber crime meniru situs website pihak lain dengan tujuan untuk melakukan penipuan atau berita bohong kepada masyarakat.

12.    Cyber Espionage : Melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran.

13.    Sabotage and Extortion : Membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yg terhubung dengan internet.

14.    Penyebaran Virus : Pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

15.    Penyebaran Trojan : Menggunakan software yang dapat di download secara gratis.

 

Ancaman-Ancaman Keamanan Komputer :

1.    Kerahasiaan (secrecy)

Kerahasiaan adalah keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem.

2.    Integritas (integrity)

Integritas adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang diotorisasi

3.    Ketersediaan (availabilitiy)

Ketersediaan adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang diotorisasi saat diperlukan.

 

UU yang mengatur tentang IT

-       UU HAKI (Undang-Undang Hak Cipta) yang sudah disahkan dengan nomor 19 tahun 2002 yang diberlakukan mulai tanggal 29 Juli 2003 yang mengatur tentang hak cipta.

-       UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang sudah disahkan dengan nomor 11 tahun 2008 yang mengatur tentang pornografi, transaksi, dan etika pengguna internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar