Kamis, 01 April 2021

SEO & Monelize : Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Tips

 


 

A.      Pengertian Search Engine

Menurut Wikipedia, Search Engine adalah sebuah program komputer tertentu yang khusus difungsikan untuk membantu pengguna dalam mencari berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan WorldWideWeb atau news group pada sejumlah jaringan komputer server. Search engine (mesin pencari) merupakan media yang digunakan untuk mencari berbagai informasi di internet. Cara kerja dari search engine ini adalah dengan mengumpulkan data-data dari jutaan website yang ada di dunia. Search engine bisa menggunakan google, yahoo, bing, DuckDuckgo, atau yang lainnya

 

B.       Pengertian SEO

SEO (Search Engine Optimization) merupakan serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis dimana bertujuan untuk meningkatkan trafik kunjungan dengan mesin pencari degan kata kunci tertentu.

Agar SEO anda memiliki optimalisasi yang bagus, maka pastikan blog anda sudah memenuhi kriteria seperti dibawah :

·      PageSpeed bagus

·      Reseach Keyword

·      Buat konten SEO (Yoast SEO : Good)

·      Link Building (Backlink)

·      Blokir Backlink Spam

·      Selalu Cek Broken Link

·      Konsisten dalam Publish Konten

 

C.      Pengertian Monetize

Monetize adalah istilah yang mengacu pada proses mengubah item yang tidak menghasilkan pendapatan menjadi uang tunai. Pemilik situs web memonetisasi situs web mereka dengan menyediakan ruang bagi pengiklan (advertiser), sehingga bisa memperoleh penghasilan dari berbagai jenis konten yang diterbitkan di situs mereka.

 

D.      Tujuan dan Fungsi Monetize

·      Meningkatkan pendapatan atau revenue; Keputusan untuk menerapkan monetisasi situs web sangat penting karena memungkinkan lebih banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan. Bergantung pada seberapa banyak traffic (lalu lintas) yang dimiliki situs web, monetize atau monetisasi situs web dapat menjadi pekerjaan paruh waktu, atau sesuatu yang lebih signifikan.

·      Kesempatan untuk penghasilan pasif; Ada berbagai opsi untuk monetize website yang memerlukan pengaturannya sekali, seperti iklan bergambar dan iklan push web. Setelah mengatur ini, lalu lintas di situs web akan menghasilkan pendapatan.

·      Memungkinkan penghasilan utama dari blog; Blogger juga dapat menghasilkan uang. Mereka sering fokus pada metode monetisasi seperti donasi dan pemasaran afiliasi, tetapi tidak terbatas pada itu.

 

E.       Jenis-Jenis Monetize

·       Menampilkan atau menayangkan iklan

·       Google Adsense

·       Iklan notifikasi web-push

·       Pemasaran afiliasi atau affiliate marketing

·       Situs keanggotaan atau membership

·       Konten bersponsor (sponsored content)

·       Donasi atau donation

 

F.       Tips dan Cara Terbaik untuk Memulai atau Melakukan Monetize

·       Berikan website Anda ruang serta relevansi; Jangan membanjiri pelanggan dengan banyak sekali iklan di setiap halaman. Tempatkan diri Anda pada posisi dan pikiran audiens bahwa iklan harus relevan dengan subjek situs web.

·       Ikuti hukum dan peraturan; Monetisasi situs web Anda harus legal. Perilaku tidak bertanggung jawab terhadap metode pemasaran dapat merusak reputasi situs web dan merek Anda.

·       Kembangkan perpaduan monetisasi; Sebuah website dengan banyak traffic (lalu lintas) dapat menghasilkan uang dengan berbagai cara sekaligus. Seorang pemilik situs web harus memikirkan cara terbaik yang sesuai dengan keadaan yang dimiliki dan mencoba untuk menerapkannya.

 

 

Kamis, 25 Maret 2021

Cara Mengubah WordPress dari Localhost ke Hosting


 

A.     Pengertian Hosting dan Domain

1.         Pengertian Hosting

Hosting atau web hosting adalah sebuah tempat di mana file dan data yang diperlukan website disimpan serta dapat diakses dan dikelola melalui internet. File website yang disimpan pada hosting berupa video, gambar, email, script, aplikasi dan database.

 

2.         Pengertian Domain

Domain adalah nama dari website Anda atau sebuah alamat yang dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Nama domain berguna untuk menemukan komputer di internet. Setiap komputer memiliki nomor atau alamat yang berbeda, disebut dengan alamat IP. Domain pun terbagi menjadi 2, yakni gTLD (domain global) dan ccTLD (domain lokal).

 

3.         Perbedaan hosting dan domain

Kalau website adalah rumah, hosting adalah kavling, maka domain adalah alamat rumah tersebut, geng. Tanpa domain, website nggak akan memiliki nama. Website yang gak memiliki domain dapat diakses melalui alamat IP website. Tapi mengingat dan memasukkan alamat IP jauh lebih ribet dibandingkan dengan membuka web lewat domain.

 


B.     Cara membeli hosting dan domain

1.         Buka https://www.domainesia.com/, lalu ketik nama database yang akan dibuat.

2.         Pilih sesuai kebutuhan, lalu klik “Masukkan Troli”. Kemudian lakukan pembayaran.


 

C.     Cara meng-upload CMS WordPress ke hosting

1.         Setelah beli domain dan hosting di https://www.domainesia.com/, klik “Domains”.

2.         Klik “MySQL Database”.

3.         Buat nama database di bagian “Create New Database” lalu klik “Create Database”.

4.         Buat user di bagian “Add User To Database”, masukkan nama user dan password. Setelah itu centang “All Privileges”, lalu klik “Make Changes” hingga ada tulisan success di sudut kanan atas berwarna hijau.

5.         Impor file database yang telah dibuat di PhpMyAdmin kemudian klik “Go”.

6.         Upload file blog di public_html agar blog langsung jadi.

7.         Extract file yang sudah di upload tadi, setelah itu klik “Extract File”.

8.         Cari file wp-config.php dan klik kanan, lalu klik “Edit”. Kemudian ubah sesuai data dari pembuat database tadi, klik “Save Changes”. Blog sudah jadi.

 

 

Kamis, 18 Maret 2021

PLUGIN : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Install


 


Pengertian Plugin

Plugin adalah kode software dengan fungsi tertentu yang memungkinkan aplikasi atau program untuk menjalankan fitur tambahan di aplikasi atau program tersebut. Kode software tersebut jamak ditemukan di program atau aplikasi seperti Mozilla, Google Chrome, Opera Browser, dan WordPress. Beberapa aplikasi memang menggunakan istilah berbeda seperti Add-on (Mozilla dan Opera Browser) dan Extension (Google Chrome). Sedangkan WordPress tetap menggunakan istilah plugin.

Umumnya setiap plugin memang didesain untuk satu aplikasi atau program tertentu. Misalnya, add ons Mozilla tidak dapat diinstall untuk Google Chrome. Begitu juga sebaliknya, extension Google Chrome tidak dapat dipasang di Mozilla.

 

Jenis Plugin di WordPress

Ketersediaan plugin di WordPress memudahkan para pengguna WordPress yang tidak ahli dalam coding. Plugin adalah cara mudah bagi para pengguna CMS WordPress untuk menambahkan fitur-fitur di website atau blognya.

Saat ini WordPress menyediakan setidaknya sekitar 55 ribu plugin yang terbagi menjadi beberapa jenis kategori. Beberapa jenis kategori plugin WordPress yang populer :

1.    Plugin SEO

Plugin SEO berfungsi untuk membantu menganalisis artikel yang akan Anda rilis dari segi SEO, apakah artikel tersebut sudah SEO friendly atau belum. Contoh plugin SEO: All in One SEO Pack, Yoast SEO.

 

2.    Plugin Keamanan

Plugin keamanan berfungsi untuk menghindari serangan siber yang bisa datang kapan saja. Contoh plugin keamanan: iThemes Security, Jetpack, dan Wordfence.

 

3.    Plugin Backup

Plugin backup berfungsi untuk mengembalikan data website yang error atau terhapus. Memasang plugin ini merupakan langkah antisipasi jika terjadi error pada website yang menyebabkan data-data di dalamnya terhapus. Contoh plugin backup: UpdraftPlus dan BackWPUp.

 

4.    Plugin Anti-Spam

Plugin anti-spam berfungsi agar website atau blog Anda terhindar dari komentar-komentar spam yang mengganggu. Contoh plugin anti spam: Akismet.

 

5.    Plugin Kecepatan Website

Kecepatan adalah hal vital untuk sebuah website karena bisa berpengaruh pada performa di hasil pencarian Google. Website yang kecepatan loadingnya lebih cepat mempunyai nilai lebih untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Contoh plugin kecepatan website: W3 Total Cache dan WP Super Cache.

 

6.    Plugin Social Media

Plugin social media berfungsi agar pembaca artikel bisa membagikan artikel Anda dengan mudah. Dengan menambahkan plugin social media ke WordPress, Anda bisa meningkatkan jumlah share artikel di blog atau website. Contoh plugin social media: Sassy Share, Social Widget, dll.

 

Fungsi Plugin Wordress

1.    Memungkinkan pihak ketiga dalam menambahkan fitur tambahan tertentu untuk menunjang kemampuan website.

2.    Meningkatkan performa fitur WordPress, terutama bagi pengguna CMS WordPress yang menggunakan hosting cepat dan domain berbayar.

3.    Mengurangi ukuran aplikasi website sehingga kecepatan website-mu bisa meningkat.

4.    Memisahkan kode-kode dari sumber tertentu yang tidak kompatibel dengan software berlisensi.

 

Cara Instal Plugin WordPress.

Ada dua cara yang bisa digunakan untuk menginstal plugin, yaitu dengan instal langsung tanpa upload terlebih dahulu, dan ada yang dengan cara menguploadnya. Hanya saja jika yang menggunakan cara upload terlebih dahulu, pluginnya rentan virus. Oleh karena itu saya rekomendasikan cukup pakai yang berasal dari directory plugin wordpress resmi yang dapat diinstal langsung tanpa upload.

1.    Login ke dashboard WordPress, lalu klik Plugins. Kemudian klik “Add New”.

2.    Ketikkan kata kunci plugin yang diinginkan, lalu klik “Search Plugin”.

3.    Akan muncul banyak plugin dengan berbagai fasilitas. Baca deskripsi dan lihat ratingnya, semakin banyak bintangya, maka semakin bagus reputasi plugin tersebut.

4.    Jika sudah yakin dengan pilihan Anda, lalu klik Install Now > Active Plugin.

5.    Namun setelah terinstal, Anda masih harus mengatur plugin tersebut agar bisa bekerja dengan benar. Cari menu plugin yang baru Anda instal pada Menu Setting, atau di menu dashboard utama atau di Widget, bahkan ada juga yang ditempatkan di menu Tools (tergantung dari pembuatnya).